Kumpulan
dari sebatang pensil, sebuah kursi dan setangkai bunga membentuk sebuah
himpunan. Ketiga benda tersebut berupa benda kongkret, namun tidak
memiliki kesamaan sifat. Benda-benda dalam suatu himpunan harus
terdefinisi dengan jelas, well defined, artinya dapat
dibedakan apakah suatu benda termasuk ataupun tidak dalam himpunan
tersebut. Sebagai contoh, kumpulan semua bilangan genap membentuk sebuah
himpunan, sebab syarat keanggotaannya terdefinisi dengan jelas.
Kumpulan
orang-orang yang pandai tidak merupakan himpunan sebab sifat “pandai”
tidak dapat didefinisikan dengan tepat. Akibatnya tidak dapat ditentukan
secara pasti apakah seseorang guru matematika termasuk dalam himpunan
tersebut atau tidak. Kumpulan bunga yang harum
juga bukan merupakan himpunan sebab penentuan harum tidaknya suatu bunga
bersifat subjektif, maksudnya bunga yang dikategorikan harum oleh
seseorang belum tentu dianggap harum bagi orang lain. Kumpulan lain
bukan merupakan himpunan, misalnya
a. Kumpulan makanan enak,
b. Kumpulan wanita cantik, dan
c. Kumpulan lukisan indah.
Nama suatu himpunan biasanya menggunakan huruf kapital seperti A, B, C, dan X. Sedangkan anggota suatu himpunan biasanya
dinotasikan dengan huruf kecil seperti a, b, c, x, dan y. Misalnya H
adalah himpunan semua huruf hidup dalam alfabet Latin maka benda-benda
yang termasuk dalam himpunan H adalah a, i, u, e, dan o. Benda-benda
yang masuk dalam suatu himpunan disebut sebagai anggota himpunan
tersebut. Notasi untuk menyatakan anggota suatu himpunan adalah “Δ sedangkan notasi untuk bukan anggota adalah “Ï”. Dengan demikian a Î H, iÎH, u Î H, e Î H, dan o Î H sedangkan b Ï H, c Ï H dan d Ï H. Istilah anggota yang digunakan di atas dapat diganti dengan istilah elemen atau unsur.
Dalam
menyatakan suatu himpunan ada tiga cara, yakni dengan kalimat, dengan
cara mendaftar, dan dengan notasi pembentuk himpunan. Cara mendaftar
dilakukan dengan menuliskan anggota-anggotanya di dalam tanda tabulasi { }
dimana antar anggota dibatasi dengan tanda koma. Sebagai contoh
himpunan H = { a, i, u, e, o } menyatakan himpunan semua huruf hidup
dalam alfabet Latin.
Himpunan X yang anggota-anggotanya memenuhi sifat P dinotasikan sebagai
X = { x | x bersifat P }.
Notasi ini disebut notasi pembentuk himpunan. Contoh dari notasi ini adalah H = { x | x adalah satu dari lima huruf hidup dalam alfabet Latin}. Tanda garis tegak “|” dapat diganti dengan tanda garis miring “ / ”, tanda bagi “ : “ atau tanda titik-koma “ ; “. Dalam buku matematika SMP tanda yang digunakan adalah tanda tegak “ | ”.
Untuk memperjelas tentang berbagai cara menyatakan himpunan, perhatikan tiga contoh berikut yang menyatakan himpunan yang sama.
a. Himpunan semua bilangan genap positif.
b. { 2, 4, 6, 8, … }
c. { x | x = 2 n , n adalah bilangan asli}.
Masing-masing
cara dalam menyatakan himpunan mempunyai kelebihan dan kelemahan
masing-masing. Misalnya kelebihan cara mendaftar adalah apabila
digunakan untuk himpunan yang sedikit anggotanya sedangkan kelemahannya
adalah apabila digunakan untuk menulis himpunan yang anggota-anggotanya
tidak berpola dan tidak mungkin didaftar semuanya. Sebagai contoh himpunan semua Warga Negara Indonesia tidak efisien bila ditulis dengan cara mendaftar.
Jenis himpunan dapat dibedakan berdasarkan banyaknya anggota himpunan tersebut. Himpunan dikatakan berhingga apabila mempunyai m anggota berbeda, dimana m suatu bilangan cacah. Selain itu disebut himpunan tak berhingga. Himpunan
semua huruf dalam alfabet Latin, himpunan bilangan prima yang genap,
dan himpunan semua bilangan asli kurang dari 1.000.000 adalah
tiga contoh himpunan berhingga. Sedangkan himpunan bilangan ganjil dan
himpunan bilangan real termasuk himpunan tak berhingga. Notasi n(H) digunakan untuk menyatakan bilangan kardinal himpunan H. Notasi tersebut adakalanya ditulis |H|. Jadi apabila H = {a, i, u, e,o} maka n(H) = 5, dan bila K = { 0 } maka n(K) = 1.
Misalkan himpunan I = { x | x Î [0, 1] } dan A adalah himpunan semua bilangan asli. Keduanya merupakan himpunan tak berhingga. Dalam hal ini n(I) = ¥ dan juga n(A) = ¥. Himpunan A merupakan himpunan terhitung (countable) karena kita dapat mengurutkan satu persatu anggota-anggotanya. Sedangkan himpunan I merupakan himpunan tak terhitung (uncountable). Akibatnya penulisan lambang ¥ di atas mempunyai kelemahan karena belum membedakan himpunan terhitung dan tak terhitung. Seorang matematikawan, Cantor, memberikan notasi yang lebih baik yakni n(A) = À0 (dibaca aleph-nol) sedangkan n(I) = c. Simbol À (dibaca aleph ) merupakan huruf pertama dalam alfabet Hebrew.
Adakalanya
suatu himpunan tidak memiliki anggota sama sekali. Himpunan seperti ini
disebut sebagai himpunan kosong yang dinotasikan dengan { } atau simbol
Æ. Tanda Æ merupakan huruf phi dalam alfabet Yunani. Contoh-contoh himpunan kosong adalah:
a. Himpunan semua anak Indonesia yang tingginya lebih dari 3 meter.
b. Himpunan semua bilangan ganjil yang habis dibagi 2.
c. { x | x2 + 1 = 0, x adalah bilangan bulat}
d. { x | x2 - 9 = 0, 2x - 4 = 0}
e. { x | x ¹ x }
f. H = { x | x Ï H}
Tidak ada komentar:
Posting Komentar